Home

My World

Jumat, 11 Desember 2015

Kim Jong Kook - One Man

Kim Jong Kook- 남자 (One Man) Indonesian Translation
오래됐나봐 조차 무색 만큼
(Cham oraedwaennabwa i mal jocha musaek hal mankheum)
Sungguh pasti telah lama, cukup lama hingga kalimat ini tak berarti lagi

눈빛만 봐도 훤히 아는
(Ni nunbitman bwado neol wonhi da aneun)
Hanya melihat matamu, Aku bisa tahu semuanya 

친구처럼 너의 그림자 처럼
(Ni chingu cheoreom neoui geurimja cheoreom)
Seperti temanmu, seperti bayanganmu

함께 했나봐 니가 힘들때나 슬플
(Neul hamkke haennabwa niga himdeulttaena seulpheul ttae)
Pasti selalu bersama, ketika masa-masa sulit atau sedihmu

외로워 할때도 이별 앓고서
(Wirowo halttaedo tto ibyeol algoseo)
Bahkan ketika kau kesepian dan menderita karena perpisahanmu

아파할때도 눈물 닦아줄-
(Aphahalttaedo ni nunmul dakkajul)
Walau aku menderita saat menghapus air matamu

남자가있어 너무 사랑한
(Han namjaga isseo neol neomu saranghan)
Ada seorang pria yang sangat mencintaimu

남자가있어 사랑해 말도 못하는
(Han namjaga isseo saranghae maldo mothaneun)
Ada seorang pria tidak bisa mengatakan 'aku mencintaimu'

곁에 내밀면 닿을 거리에
(Ni gyeothe son nae milmyeon kkok daheul georie)
Aku disampingmu, mengulurkan tangan, hingga kau bisa meraihku disaat tertentu

자신보다 아끼는 가진 내가 있어
(Jasinboda akkineun neol gajin naega isseo)
Ada aku yang menyayangimu daripada diri sendiri

너를 웃게 하는 일오직 그것만 생각하고
(Neoreul utge haneun irojik geugeotman saenggakhago)
Aku hanya berpikir untuk membuatmu tertawa

언제 어디서나 너를 바라보고
(Eonje eodiseona neoreul barabogo)
Kapan dan dimanapun aku melihatmu dan aku kehilanganmu

그리워 하고 걱정만 하는
(Neol geuriwo hago ni geokjeongman haneun)
Yang ku khawatirkan hanya kau

남자가있어 너무 사랑한
(Han namjaga isseo neol neomu saranghan)
Ada seorang pria yang sangat mencintaimu

남자가있어 사랑해 말도 못하는
(Han namjaga isseo saranghae maldo mothaneun)
Ada seorang pria tidak bisa mengatakan 'aku mencintaimu'

곁에 내밀면 닿을 거리에
(Ni gyeothe son nae milmyeon kkok daheul georie)
Aku disampingmu, mengulurkan tangan, hingga kau bisa meraihku disaat tertentu

자신보다 아끼는 가진 내가 있어
(Jasinboda akkineun neol gajin naega isseo)
Ada aku yang menyayangimu daripada diri sendiri

천번쯤 삼키고 - 만번쯤 추스려 보지만
(Cheonbeonjjeum salkhigo wo tto manbeonjjeum chuseuryeobojiman)
Untuk ribuan kalinya aku menelannya dan lagi untuk ke berjuta kalinya aku lebih mengendalikan diri tapi

말하고 싶어 미칠것 같은데
(Malhago sipheo michilgeot gatheunde)
Aku ingin mengatakan aku mungkin sudah gila

와락 안고 싶은데
(Neol warak nan an go sipheunde)
Aku ingin memeluk dan memegangmu 

여자가 있어 이런 모르는
(Han yeojaga isseo ireon nal moreuneun)
Disana ada seorang wanita yang tidak mengetahuiku

사랑 받으면서 사랑 인줄도 모르는
(Sarang badeumyeonseo sarang injuldo moreuneun)
Yang menerima cinta tetapi tidak tahu apakah itu sebuah cinta

나만큼 바보같은 슬픈 두고
(Namankheum kkok babo gatheun seulpheun neol dugo)
Aku sama seperti orang bodoh dan menderita jika aku meninggalkanmu

순간도 눈물이 나지만 행복한
(I sungando nunmuri najiman haengbokhan geol)
Pada saat aku menangis, tetapi aku bahagia

니가 곁에 있기 때문이야-
(Niga gyeothe itgi ttaemuniya)
Karena kau ada disampingku



Jumat, 18 September 2015

Belum Ada Judul

Belum Ada Judul
Gadis itu berjalan gontai menuju kelas paling ujung di salah satu koridor sebuah sekolah ternama di kota itu. Kelas paling ujung itu adalah kelas 12 IPA 3, Ia  tampak enggan melangkahkan kakinya menuju kelas tersebut, sejenak ia menghela nafas panjang lalu membuka pintu kelas tersebut. Belum selangkah ia  masuk ke dalam kelas ‘Brugh!!’. Seseorang menabraknya, hingga Ia jatuh terduduk, seorang anak laki-laki bertubuh tinggi, berambut cepak, serta mata coklat yang terlihat dingin. Anak laki laki itu mengulurkan tangannya pada gadis itu, bermaksud untuk membantunya bangun. Namun uluran tangannya langsung ditepis oleh gadis itu. Gadis itu segera bangkit dari duduknya, wajahnya sudah mulai memerah karena malu.
   “Nggak usah sok bantuin aku!” Ujar gadis itu ketus, anak laki laki itu hanya tersenyum pada gadis itu.
“Nggak usah senyum senyum deh, Aku bilangin sama kamu ya, lain kali kalau jalan pake mata!” bentak gadis itu
“ Vania, Vania. Kamu belajar bego dimana sih ?, dari dulu yang namanya jalan ya pake kaki, bukannya pake mata, mata tuh buat lihat jalannya.”  Ujar anak laki laki itu dengan nada mengejek.
“ Ya ya ya, aku kan belajar bego dari kamu !”  Ujar gadis itu tak mau kalah.
“ Kalo gitu, kayaknya kamu harus belajar lebih giat lagi, muridku tersayang !.”  Ucap anak itu sambil menepuk dahi Vania. Vania hanya diam, ia tak bisa membalas kata katanya lagi. Anak itu kemudian pergi begitu saja meninggalkan Vania dengan wajah merah penuh amarah.
“REVAAAAAAN………………!!!!!”
   Yup, nama anak laki laki tadi adalah Revan, Ia adalah ketua kelas 12 IPA 3, Ia adalah siswa yang aktif di organisasi, seperti OSIS, PMR, PRAMUKA, dan lain sebagainya, Ia juga sering di minta untuk menjadi panitia pada even-even di sekolah, dan bukan cuma itu saja, Ia memiliki segudang prestasi akademik, seperti juara 2 OLYMPIADE SAINS tingkat provinsi, juara harapan 1 dalam KARYA ILMIAH REMAJA tingkat kota, dan masih banyak lagi.  Sedangkan gadis itu adalah Vania, Ia memang tidak se-pandai Revan, tapi kalau masalah olahraga Ia jagonya, tahun ini Ia di tunjuk untuk menjadi ketua tim Basket putri di sekolahnya, sebelumnya Ia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua tim Soft Ball SMA Airlangga ini ( oh ya sampai lupa, nama sekolah tempat mereka belajar ini adalah SMA Airlangga, keren kan ?! hehehe ^_^). Vania berkali-kali mengikuti kejuaraan nasional, dan walaupun bukan juara satu, tapi setidak-nya Ia dan timnya selalu bisa membawa piala untuk SMA Airlangga. 2 kepribadian yang berbeda ini awalnya di pertemukan dengan status sahabat, mereka berdua sudah menjadi sahabat sejak kelas 4 SD, namun karena sebuah kesalahpahaman, mereka pun berubah, dari sahabat yang amat dekat, menjadi musuh abadi yang mungkin akan kekal.